IHSG Hari Ini Naik 1,14 Persen, 407 Saham Menguat

IHSG tembus 6.599 hari ini – Foto: Cesna Design

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (1/9/2026), ditutup menguat 1,14 persen ke level 6.599,94. IHSG bertambah 74,46 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya dan kembali mendekati level psikologis 6.600.

Penguatan terjadi cukup luas di pasar saham. Pada akhir perdagangan, sebanyak 407 saham tercatat menguat, sedangkan 215 saham melemah dan 169 saham lainnya bergerak stagnan. IHSG sendiri sempat berada di level tertinggi 6.608,18 setelah dibuka pada posisi 6.538,12.

Pergerakan Sektor Saham

Mayoritas sektor saham turut menopang penguatan IHSG. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sembilan dari 11 sektor berakhir di zona hijau.

Sektor industri menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 3,71 persen. Berikutnya, sektor teknologi naik 2,90 persen dan sektor energi menguat 2,39 persen. Sektor keuangan, kesehatan, serta transportasi dan logistik juga mencatat kenaikan pada perdagangan hari ini.

Di sisi lain, terdapat dua sektor yang berakhir melemah. Sektor barang baku menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,56 persen, sementara sektor infrastruktur turun 0,12 persen.

Aktivitas Perdagangan Saham

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia berlangsung cukup ramai. Berdasarkan data RTI yang dikutip detikFinance, volume transaksi mencapai sekitar 52,12 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp20,39 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.653.930 transaksi. Data tersebut menunjukkan tingginya aktivitas investor sepanjang perdagangan perdana pada September 2026.

Baca juga:  Tujuan dari pasar uang

Faktor yang Mendorong Penguatan IHSG

Penguatan IHSG tidak terlepas dari sejumlah sentimen domestik. Salah satunya adalah kepastian kepemimpinan Bank Indonesia setelah Destry Damayanti ditetapkan sebagai Gubernur BI periode 2026–2031.

Kepastian tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena arah kebijakan bank sentral memiliki pengaruh terhadap stabilitas rupiah, inflasi, suku bunga, dan kondisi perekonomian secara keseluruhan. Destry juga menegaskan bahwa stabilitas tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam kepemimpinannya.

Selain itu, kondisi ekonomi domestik turut memberikan sentimen positif. Inflasi tahunan Indonesia pada Agustus tercatat 3,19 persen, masih berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia. Indonesia juga kembali mencatat surplus perdagangan pada Juli setelah sebelumnya mengalami defisit.

Dari sisi fiskal, pasar turut mencermati kondisi anggaran pemerintah. Target defisit APBN 2027 berada di level 2,40 persen, sementara hingga Juli 2026 pendapatan negara tumbuh 21,3 persen secara tahunan dan belanja meningkat 18,2 persen.

IHSG Menguat di Tengah Bursa Asia yang Melemah

Penguatan IHSG juga menarik karena terjadi ketika sejumlah pasar saham Asia justru bergerak di zona merah. Pada perdagangan yang sama, Hang Seng, Nikkei, dan Shanghai Composite tercatat melemah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen domestik menjadi salah satu faktor yang cukup kuat menopang pasar saham Indonesia. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan rupiah, serta risiko geopolitik yang dapat memengaruhi pasar dalam perdagangan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut baca