Cesna.id – Memasuki September 2026, pertanyaan mengenai kapan musim hujan tiba mulai banyak dicari masyarakat. Pasalnya, sebagian wilayah Indonesia masih merasakan kondisi panas dan kering setelah melewati periode kemarau.
Lantas, kapan musim hujan 2026 dimulai? Jawabannya tidak bisa ditentukan dengan satu tanggal yang berlaku untuk seluruh Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memang tidak menetapkan satu tanggal nasional untuk awal musim hujan. Alasannya, Indonesia dibagi menjadi Zona Musim (ZOM), dan setiap ZOM bisa memiliki pola awal musim yang berbeda.
Secara umum, Oktober menjadi salah satu periode ketika sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan. Kondisi tersebut kemudian diperkirakan semakin meluas pada November.
Namun, Oktober tidak dapat diartikan sebagai tanggal pasti dimulainya musim hujan secara nasional. Ada wilayah yang dapat lebih dahulu mengalami perubahan pola hujan, sementara daerah lainnya baru memasuki musim hujan pada bulan berikutnya.
BMKG juga tidak menetapkan satu tanggal nasional sebagai awal musim hujan 2026. Penentuan awal musim dilakukan berdasarkan kondisi curah hujan di masing-masing Zona Musim. Karena itu, masyarakat di setiap daerah perlu melihat informasi prakiraan yang sesuai dengan wilayahnya.
Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung cukup kering di banyak wilayah Indonesia. Dalam prediksi BMKG, sebanyak 451 ZOM atau sekitar 64,5 persen wilayah diperkirakan mengalami curah hujan musim kemarau di bawah normal. Sebagian besar wilayah juga diprediksi mengalami puncak kemarau pada Agustus 2026.
Memasuki periode setelah puncak kemarau, curah hujan diperkirakan mulai meningkat secara bertahap. BMKG menyebut curah hujan kategori tinggi mulai muncul secara bertahap pada Oktober hingga November 2026.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Oktober dan November menjadi periode yang perlu diperhatikan bagi masyarakat yang menantikan datangnya musim hujan.
Indonesia memiliki kondisi geografis dan pola iklim yang beragam. Perbedaan tersebut membuat datangnya musim hujan tidak berlangsung secara bersamaan di seluruh daerah.
BMKG membagi wilayah Indonesia ke dalam Zona Musim, yaitu wilayah yang mempunyai karakteristik pola musim relatif serupa. Awal musim hujan kemudian ditentukan berdasarkan perkembangan curah hujan di masing-masing zona.
Dengan demikian, ketika suatu daerah mulai mengalami hujan pada Oktober, bukan berarti seluruh Indonesia sudah memasuki musim hujan. Hujan yang turun sesekali juga belum tentu menandakan pergantian musim.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa awal musim hujan bukan berarti hujan akan turun setiap hari sejak tanggal tertentu.
Dalam penentuan musim, BMKG memperhatikan pola curah hujan dalam beberapa dasarian atau periode 10 hari. Secara umum, awal musim hujan ditentukan ketika curah hujan mencapai sedikitnya 50 milimeter dalam satu dasarian dan kondisi tersebut diikuti oleh dua dasarian berikutnya.
Karena itu, hujan yang turun pada satu atau dua hari di bulan Oktober belum otomatis berarti suatu daerah telah memasuki musim hujan.
Musim hujan 2026 tidak memiliki satu tanggal mulai yang berlaku untuk seluruh Indonesia. Sejumlah wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada Oktober, kemudian cakupannya dapat semakin meluas pada November.
Waktu pastinya tetap bergantung pada Zona Musim dan perkembangan curah hujan di masing-masing daerah. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya tidak menganggap 1 Oktober sebagai tanggal resmi dimulainya musim hujan nasional.
Singkatnya, Oktober dapat menjadi awal musim hujan bagi sebagian wilayah Indonesia, tetapi kedatangannya tidak serentak. Perubahan kondisi cuaca di setiap daerah tetap perlu dipantau melalui informasi dan pembaruan resmi BMKG.