Dampak Negatif Asap Kebakaran Hutan bagi Kesehatan

Dampak asap bagi sistem pernapasan – foto: cesna design

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dari kebakaran membawa berbagai partikel dan polutan yang dapat terhirup.

Paparan asap karhutla dalam waktu singkat dapat menimbulkan sejumlah keluhan, seperti mata perih, tenggorokan terasa gatal, batuk, hingga sesak napas. Sementara itu, paparan yang lebih berat dapat memperburuk kondisi orang yang sudah memiliki gangguan pernapasan, seperti asma dan penyakit paru lainnya.

Karena itu, dampak asap kebakaran hutan terhadap kesehatan perlu diwaspadai, terutama ketika kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat.

Lalu apa dampak negatif asap kebakaran hutan bagi kesehatan kita? Bagaimana cara melindungi diri dari paparan asap?

Dampak Asap Kebakaran bagi Kesehatan

Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada mata dan saluran pernapasan. Keluhan yang muncul dapat berupa:

  • Mata, hidung, atau tenggorokan mengalami iritasi.
  • Batuk dan tenggorokan terasa tidak nyaman.
  • Sesak atau kesulitan bernapas.
  • Napas berbunyi atau mengi.
  • Penurunan fungsi paru dalam kondisi paparan tertentu.
  • Meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
  • Memicu kekambuhan atau memperburuk kondisi asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Dampak yang dirasakan setiap orang tidak selalu sama. Tingkat keparahannya dapat dipengaruhi oleh konsentrasi polutan di udara, lamanya seseorang terpapar, aktivitas yang dilakukan selama berada di lingkungan berasap, serta kondisi kesehatan sebelumnya.

Siapa yang Paling Rentan?

Kelompok seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung juga perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi.

Karena itu, ketika kabut asap mulai memburuk, kelompok rentan sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan membatasi paparan asap sebisa mungkin.

Kondisi kesehatan juga perlu dipantau, terutama jika muncul keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau nyeri dada.

Bagaimana Cara Mengurangi Dampak Paparan Asap?

1. Kurangi aktivitas di luar ruangan – Jika tidak ada keperluan mendesak, hindari beraktivitas di luar ruangan, terlebih area dengan asap pekat.

2. Jauhi area berasap – Jika tempat tinggal Anda terpapar asap terlalu parah, hindari tempat tersebut. Pilihan terbaik adalah mengungsi ke tempat yang terhindar dari asap. Anda bisa pergi ke tempat kerabat, tetangga, desa sebelah, tempat pengungsian, atau posko kesehatan terdekat.

3. Tutup pintu dan jendela – Jika area di dalam rumah masih cukup aman sebagai tempat berlindung, usahakan rumah tersebut dalam keadaan tertutup rapat.

4. Pakai masker yang sesuai – Untuk mengurangi dampak asap bagi kesehatan, gunakan masket yang sesuai seperti N95 yang mampu menyaring partikel halus polutan asap.

5. Segera periksa kesehatan jika ada keluhan – Jika Anda mengalami keluhan seperti sesak dan dada terasa nyeri, usahakan segera periksa kesehatan ke klinik, puskesmas, atau rumah sakit terdekat.

Baca juga: Kenapa kebakaran hutan sulit dipadamkan

Dari penjelasan di atas, sekarang kita paham bahwa paparan asap kebakaran hutan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada sistem pernapasan manusia.

Jika Anda berada di area dengan asap yang pekat, segeralah menjauh/mengungsi ke tempat aman. Jika area rumah masih cukup aman, usahakan tutup rapat rumah dan gunakan masker.

Jika mengalami mencari tempat aman, mintalah bantuan petugas terdekat atau tim penyelamat untuk datang menjemput. Anda juga jangan ragu mengutarakan keluhan atau gejala yang dialami agar memperoleh penanganan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut baca