Rupiah Hari Ini Makin Melemah, Tembus Rp17.914 per Dolar AS

Apa yang menyebabkan rupiah makin melemah?

Jakarta, Cesna.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan. Pada perdagangan Jumat (25/9/2026), rupiah bergerak di angka Rp17.914 per dolar AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa mata uang Garuda masih menghadapi tantangan di tengah perkembangan ekonomi global dan domestik.

Pergerakan rupiah menjadi perhatian pelaku pasar karena nilai tukar memiliki pengaruh terhadap berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga harga barang impor. Pelemahan rupiah juga membuat biaya pembelian barang dari luar negeri berpotensi meningkat.

Rupiah Masih Bergerak di Kisaran Rp17.900

Berdasarkan data pasar pada Jumat (25/9/2026), nilai tukar rupiah masih bergerak di sekitar Rp17.900 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia tercatat sebesar Rp17.917 per dolar AS, naik dari Rp17.898 pada perdagangan sehari sebelumnya.

Perlu diketahui, angka kurs dapat berbeda bergantung pada sumber dan waktu pengamatan. Kurs JISDOR merupakan referensi yang disusun berdasarkan transaksi spot dolar AS terhadap rupiah di pasar antarbank domestik.

Pergerakan rupiah yang masih berada di level tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang Indonesia belum sepenuhnya mereda.

Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan moneter dan berbagai instrumen yang tersedia. Dalam keputusan Rapat Dewan Gubernur pada September 2026, BI mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75%.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar di tengah ketidakpastian global. Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh efektivitas kebijakan domestik serta perkembangan ekonomi internasional.

Simak juga; Pasar uang digunakan untuk apa?

Rupiah Masih Dibayangi Tekanan Global

Pelemahan rupiah menjadi pengingat bahwa nilai tukar sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dunia. Penguatan dolar AS, arah kebijakan The Fed, dan perubahan harga minyak merupakan sejumlah faktor yang perlu dicermati.

Ke depan, perkembangan rupiah masih akan bergantung pada kombinasi sentimen global dan kondisi ekonomi dalam negeri. Karena itu, pemantauan terhadap data kurs terbaru tetap diperlukan untuk mengetahui arah pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut baca